Biografi Muhammad Ali – Juara Dunia Tinju Kelas Berat

Perjalanan keimanan Muhammad Ali berlangsung bertahun-bertahun dalam bentuk perbandingan antara Islam dan Masehi, sebuah perjalanan yang berat, karena orang-orang disekitarnya menghalanginya, kondisi masyarakat yang rusak, kebenaran dan kebatilan bercampur aduk, ditambah lagi dengan doktrin gereja yang menggambarkan keadaan orang-orang muslim yang lemah dan terbelakang yang diakibatkan oleh ajaran Islam itu sendiri. Tapi Allah memberinya petunjuk, dan menerangi jalan pilihannya sehingga Muhammad Ali dapat membedakan antara realita umat Islam sekarang dengan hakekat Islam yang abadi. Muhammad Ali meyakini bahwa Islam membawa kebahagiaan untuk semua orang. Tidak membeda-bedakan warna kulit, etnis dan ras, semuanya sama dihadapan Allah azza wa jalla. Yang paling utama di sisi Tuhan mereka adalah yang paling bertakwa. Muhammad Ali meyakini sedang berada didepan sebuah kebenaran yang tak mungkin berasal dari manusia. Aku membandingkan ajaran Trinitas dengan ajaran Tauhid dalam Islam. Aku merasa bahwa Islam lebih rasional. Karena tidak mungkin tiga Tuhan mengatur satu alam dengan rapih seperti ini.

Provo, Utah: Brigham Young University, 1997. xv, 294 p., ill. Ramsay, Michael, Abp. Beyond Religion? Cincinnati, Ohio: Forward Movement Publications, (cop. Schuon, Frithjof. The Transcendent Unity of Religions, in series, Quest Books. Wheaton, Ill.: Theosophical Publishing House, 1993, cop. 1984. xxxiv, 173 p. Wallace, Anthony F. C. 1966. Religion: An Anthropological View. New York: Random House. Kant, Immanuel (2001). Religion and Rational Theology. Cambridge University Press. hlm. Émile Durkheim|Durkheim, E. (1915) The Elementary Forms of the Religious Life. London: George Allen & Unwin, p.10. Max Müller. Introduction to the science of religion. Kuroda, Toshio and Jacqueline I. Stone, translator. Neil McMullin. Buddhism and the State in Sixteenth-Century Japan. Hershel Edelheit, Abraham J. Edelheit, History of Zionism: A Handbook and Dictionary, p.3, citing Solomon Zeitlin, The Jews. Race, Nation, or Religion? Colin Turner. Islam without Allah? New York: Routledge, 2000. pp. Koentjaraningrat. 1974. “Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan”, pp. Parsudi Suparlan dalam Robertson, Roland (ed).

Maka dari itu, ia memutuskan untuk berhenti bermain game dan mulai menata masa depannya dengan berbisnis online. Kebetulan pada saat itu, ia mendapatkan teman yang bersedia menjadikannya sebagai salah satu reseller online. Jess pun akhirnya berjualan online dan daftar jadi reseller. Tidak lama setelahnya, Jess kembali tergoda untuk menekuni bisnis lain setelah ia melihat salah satu teman kampusnya berjualan voucher aplikasi. Setelah mencari tahu dan menghitung-hitung, ternyata keuntungan yang didapat dari berjualan voucher aplikasi sangatlah tinggi dan jauh dibandingkan dengan hanya menjadi reselle r online. Dengan seluruh modal yang ia dapat dari berjualan online, Jess lalu banting setir berbisnis voucher aplikasi. Awalnya bisnis voucher aplikasi tidak berjalan lancar, namun Jess tidak patah semangat dan terus berusaha menggunakan sosial media sebagai alat promosi. Benar saja, perlahan tapi pasti, usahanya ini semakin lama semakin menanjak hingga akhirnya ia mampu meraup uang jutaan setiap harinya. Jess bahkan bisa mengumpulkan ratusan juta rupiah hanya dalam beberapa bulan dari bisnis voucher ini.

Pada tahun berikutnya, Yuni merilis album mini perdana sekaligus album keduanya yang berjudul Hilang Permataku yang berisikan lagu-lagu daur ulang. Album recycle pertama tersebut meledak di pasaran. Pada tahun yang sama, Yuni mencoba lagi mengeluarkan album ketiga bertajuk Salah Tingkah. Ini merupakan album perdananya yang tidak memuat lagu-lagu lama, melainkan lagu baru. Sayangnya album ini terbilang gagal di pasaran. Padahal lagu baru yang dibawakannya diciptakan oleh Katon Bagaskara. Kemudian pada tahun 1994, Yuni muncul lagi dengan album Aku Percaya yang masih menyajikan lagu-lagu baru, yang sayangnya juga tidak begitu berhasil di pasaran. Kariernya memuncak saat album Mengapa Tiada Maaf? dirilis tahun 1996. Album ini dalam 1 minggu pertama terjual 150.000 copy serta mendapat 4 platinum dari BASF. Pada tahun yang sama, Yuni mengeluarkan album soundtrack serial silat Kembalinya Pendekar Pemanah Rajawali dan kembali memperoleh 3 buah platinum dari BASF serta terjual 500.000 copy dalam 6 minggu pertama. Jadi, selama tahun 1996, Yuni meraih tujuh platinum dari BASF.

Dan Film Danur 3: Sunyaruri (2019) yang lagi-lagi kembali berhasil meraih jumlah penonton lebih dari 2,4 juta orang penonton. Di luar aktivitasnya di dunia hiburan, Prilly juga terjun ke dunia wirausaha dengan merilis sejumlah merek produk kuliner,fashion, hingga perhiasan. Berbagai bisnis yang digelutinya tidak lepas dari dunia ekonomi kreatif. Hal ini membuatnya terjun di dalam aktivitas pemberdayaan ekonomi kreatif dan menjadi salah satu wakil ketua di Gerakan Kreatif Nasional yang dibina oleh Sandiaga Uno. Prilly juga aktif disejumlah Organisasi kepengurusan lain, diantaranya: Menjadi Ketua Bidang Humas PARFI 56 dan Ketua Bidang Ekosistem Industri Kreatif Rumah millennials. Selain sering menjadi pengisi acara, Prilly juga sering dipercaya untuk menjadi Host/Presenter dalam beberapa Acara Besar & Bergengsi Stasiun Televisi maupun talkshow. Ditahun 2014-2016 Prilly dipercaya menjadi Host Diacara Music Inbox Sctv hingga membuat nya berhasil meraih penghargaan “Host Tamu paling Inbox” Inbox Awards 2015-2016 . Di awal karirnya, prilly pun sudah pernah menjadi pembawa acara pada program anak Si Bolang Trans 7 dan Koki cilik. Selain penghargaan Nasional, Prilly juga mendapatkan kemenangan Internasional dalam acara WEBTV Asia Awards tahun 2016 Yang digelar di Seoul, Korea Selatan untuk kategori People’s Choice. Penghargaan ini diterima Prilly setelah mengalahkan 99 nominator lain dari 12 negara di Asia. WebTVAsia sendiri merupakan ajang penghargaan untuk para content creator di Internet, dan orang-orang yang cukup populer di media sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published.