Biodata Dan Agama Sisca Kohl, Didoakan Jadi Pacar Jess No Limit

Ferry juga merasa kesulitan untuk memprediksikan rute pesawat yang akan dipilihnya. Dari sanalah seorang Ferry yang saat itu berusia 23 tahun memutuskan untuk keluar dari dunia karirnya. Bagi Ferry, inilah masa yang paling stress dalam hidupnya. Profil Ferry Unardi dan perjuangannya membangun Traveloka. Merasa tak memiliki kapasitas dalam dunia bisnis dan tak paham bagaimana mengelola perusahaan, Ferry Unardi harus mengambil satu langkah ke belakang sebelum akhirnya membangun Traveloka. Ia memutuskan untuk kuliah di Harvard University untuk memperoleh gelar MBA dalam bidang bisnis. Jalan satu semester ternyata rencananya harus diubah. Ferry Unardi memilih untuk keluar dari kampusnya dan mulai mengembangkan sebuah mesin pencari tiket pesawat dengan teknologi yang lebih modern, fleksibel dan praktis. Ferry menceritakan bahwa awalnya banyak orang yang menyayangkan keputusannya kala itu. “Saya ingat ketika semua orang mempertanyakan keputusan saya untuk berhenti, tapi itulah yang harus dilakukan. Ferry lanjut lagi menjelaskan bahwa saat itu bisnis di bidang reservasi tiket adalah salah satu dari startup yang sedang booming dan menjadi trend.

Tak hanya itu, di tahun yang sama pula, Prilly juga dipercaya menjadi ketua huma PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia). Menariknya lagi, saat itu usia Prilly masih 20 tahun dan menjadi anggota sekaligus ketua termuda dalam organisasi tersebut. Bukan artis namanya apabila tak mendapatkan sorotan publik. Yup, anak sulung dari dua bersaudara ini sempat dijodohkan oleh para penggemarnya dengan lawan mainnya dalam sinetron Ganteng-Ganteng Serigala, Aliando Syarief. Tak hanya itu, beberapa artis tampan pun juga sempat digosipkan dekat dengan Prilly seperti Teuku Rassya, Maxime Bouttier, dan Verrel Bramasta. Mengenai kehidupan pribadi, Prilly merupakan anak sulung dari pasangan Rizal Latuconsina yang berdarah Ambon dan Ully Djulita yang memiliki darah Sunda. Prilly memiliki seorang adik yang usianya lebih muda 5 tahun darinya bernama Raja Latuconsina. Sejak kecil, Prilly telah diajarkan bekal agama yang cukup kuat dari orang tuanya loh. Ayah Prilly melarang putrinya pergi terlalu jauh tanpa adanya dampingan muhrimnya. Oleh karena itu, tak jarang ibu Prilly kerap menemani anaknya.

Hubungan asmara antara Jess No Limit dengan Sisca Kohl kini jadi perbincangan hangat di media sosial. Jess No Limit lahir dengan nama Tobias Justin pada 5 Februari 1996 di Jakarta. Pria itu kini dikenal sebagai YouTuber gaming dengan jumlah subscribers sebanyak 24,5 juta. Jess tumbuh di tengah keluarga yang taat agama. Ia memiliki adik perempuan bernama Jessica Jane yang juga seorang YouTuber. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Jess senang bermain game. Ia mengikuti berbagai permainan PC seperti Dota 2 dan Counter Strike. Hal itu membuat Jess terjun jadi gamers dan mengikuti kompetisi internasional. Jess adalah seorang pro player Mobile Legends, dia berhasil menempati posisi kedua kompetisi Mobile Legends: Bang Bang musim keempat di seluruh dunia. Mobile Legend jadi game yang membuat nama Jess No Limi terkenal di kalangan gamers Tanah Air. Game itu membawanya bergabung dengan beberapa tim e-sport seperti Sant Indo dan EVOS Legends, meskipun kini sudah keluar. Pada tahun 2019, ia ditunjuk jadi Duta Piala Presiden Esports oleh pemerintah. Setelah menorehkan prestasi jadi Runner Up di MPL Season 2 dan masuk Top Global Mobile Legend Season 6, Jess No Limit memutuskan pensiun jadi pro player dan beralih jadi YouTuber. Sebelum jadi kreator konten game, Jess No Limit sempat menekuni banyak bisnis mulai dari jualan voucher game, jual akun game, hingga jadi joki game. Jess juga sangat gemar membaca buku. Popularitas Jess No Limit kini berada di puncak. Kanal YouTube-nya telah memiliki puluhan juta subscribers. Sebagai selebritas internet, Jess No Limit pernah didapuk jadi brand ambassador Ruang Guru. Kehidupan asmaranya juga tak lepas dari sorotan publik. Jess pernah berpacaran dengan penyanyi cover Misselia Ikwan.

Seldon dicemooohkan karena kekalahannya pada ronde pertama melawan Tyson karena ia dipukul oleh sebuah pukulan yang sangat ringan. Banyak yang menuduhnya cuma ketakutan sehingga ia menyerah begitu saja. Secara resmi, pada 1995, selepas dari penjara di Indiana, Mike Tyson mengumumkan telah memeluk agama Islam yang telah dipelajarinya selama di dalam penjara. Nama Muslim Tyson adalah Malik Abdul Aziz. Pada 9 November, 1996 ia menghadapi tantangan yang lebih berat dari Evander Holyfield, dalam pertarungan yang lebih dari 11 ronde. Holyfield menang dengan TKO dan menjadi juara dunia tiga kali. Tyson tidak bertarung lagi hingga Juni 1997 ketika terjadi pertandingan ulang yang sangat dinanti-nantikan melawan Holyfield pada 28 Juni untuk memperebutkan gelar WBA. Tyson didiskualifikasi dalam ronde ketiga, ketika ia menjadi marah karena terkena serudukan oleh Holyfield dan bertarung tanpa karet pelindung gusinya, ia menggigit sepotong dari telinga Holyfield. Ketika wasit Mills Lane memperingatkan dia, Tyson menyerang telinga lainnya Holyfield. Pada 9 Juli Tyson diskors selama setahun dari bertinju dan didenda $3 juta.

Pada usia 12 tahun, Clay, jr. Joe Martin, bahwa sepeda BMX barunya dicuri orang. Joe Martin, yang juga seorang pelatih tinju di Louisville, mengajari Clay kecil cara bertinju agar dapat menghajar si pencuri sepeda. Clay kecil sangat antusias berlatih tinju di bawah bimbingan Martin. 1960: Meraih medali emas kelas berat ringan Olimpiade 1960 di Roma, Italia. 29 Oktober 1960: Debut pertama di ring profesional. Menang angka 6 ronde atas Tunney Hunsaker. 25 Februari 1964: Merebut gelar juara dunia kelas berat dengan menang TKO ronde 7 dari 15 ronde yang direncanakan atas Sonny Liston di Florida, Amerika Serikat. Liston mengalami cedera pada leher yang membuatnya mengundurkan diri dari pertandingan. Segera setelah menang atas Liston, Clay memproklamirkan agama dan nama barunya, Muhammad Ali, serta masuknya dia dalam kelompook Nation of Islam yang kontroversial. 25 Mei 1965: tanding ulang antara Ali melawan Liston yang penuh kontroversi. Pukulan Ali yang begitu cepat menimbulkan spekulasi di kalangan tinju yang menyebut pukulan Ali sebagai ‘phantom punch’. Pukulan itu begitu cepat, sehingga tidak tampak mengenai Liston yang roboh.

Leave a Reply

Your email address will not be published.